Rabu, 10 Oktober 2012

HASIL PERTEMUAN DENGAN KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR




Pada tanggal 26 Sept 2012 Direktur Utama RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Agenda pertemuan tersebut membicarakan tentang tindak lanjut penanganan korban pasung yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur, hal tersebut sebagai tindak lanjut laporan Direktur Utama RSJ           Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI  tentang Progres Report program Indonesia Bebas Pasung yang telah dilaksanakan di Wilayah Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut Direktur Utama RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang menyampaikan upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan korban pasung adalah penyuluhan ke beberapa kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Timur serta perawatan korban pasung yang dikirim ke RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Kendala yang dihadapi dalam penanganan korban pasung di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang antara lain ;
  1. Masih minimnya fasilitas serta SDM yang berkompeten untuk penanganan secara dini masalah kesehatan jiwa yang ada di masing-masing daerah. 
  2. Minimnya anggaran di masing-masing daerah khususnya dalam mendukung program kesehatan jiwa di masyarakat. 
  3. Terbatasnya anggaran yang ada di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang dalam meng-cover masalah Kesehatan Jiwa yang ada di Wilayah Provinsi Jawa Timur.
Dalam Kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi berjanji akan menyampaikan hal-hal tersebut pada forum rapat Kepala Dinas Kabupaten / Kota dengan harapan masing-masing daerah akan dapat ikut serta dalam melaksanakan program penanganan masalah Kesehatan Jiwa yang ada di masyarakat. Senada dengan hal tersebut Direktur Utama RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang berharap bahwa pada tahun 2013 nanti masing- masing Kabupaten /Kota yang ada di Jawa Timur menyediakan unit/tempat pelayanan kesehatan jiwa, RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang akan mem-back up masalah tersebut dengan menyediakan pelayanan konsultasi serta memfasilitasi tenaga medis maupun perawat yang akan magang di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

DATA KASUS PASUNG PER 1 AGUSTUS 2012
 

No
Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang sudah lapor
Jumlah Penderita Pasung
Penanganan
1
Kota Kediri
Nihil
-
2
Kabupaten Madiun
27 orang
27 org oleh Puskesmas
3
Kota Batu
1 orang
1 orang
4
Kabupaten Magetan
28 orang
7 org oleh RSJ, 21 org ole Puskesmas
5
Kabupaten Nganjuk
5 orang
5 orang
6
Kabupaten Pasuruan
4 orang
4 orang
7
Kabupaten Ponorogo
80 orang
14 orang oleh Puskesmas
8
Kabupaten Mojokerto
7 orang
1 rujuk RSJ, 4 org Puskesmas
9
Kabupaten Pacitan
95 orang
-
10
Kota Blitar
4 orang
2 org rujuk RSJ, 1 org oleh Puskesmas
11
Kabupaten Blitar
9 orang
2 org oleh RSJ, 7 org oleh Puskesmas
12
Kabupaten Jombang
Nihil
-
13
Kabupaten Bondowoso
2 orang
-
14
Kabupaten Gresik
4 orang
I org rujuk RSJ
15
Kabupaten Situbondo
4 orang
2 org dikonsulkan ke RSUD Kabupaten
16
Kabupaten Malang
34 orang
-
17
Kabupaten Lamongan
7 orang
-
18
Kabupaten Tulungagung
21 orang
-
19
Kabupaten Kediri
25 orang
-

TOTAL
357 orang
99 orang

Pelajari Pola Remunerasi, RSUD Kanjuruhan Malang studi banding ke RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang




Tantangan akan kualitas pelayanan yang lebih baik menuntut adanya perubahan strategi dan langkah-langkah efektif untuk memperkuat dan mengembangkan organisasi dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya. Hal ini mendasari RSUD Kanjuruhan Malang melakukan studi banding ke RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang pada Senin (1 Oktober 2012). Dengan 7 orang tim yang diketuai  dr. Tutik Wahjuni, M.Kes selaku Wakil Direktur Administrasi & Keuangan RSUD Kanjuruhan Kepanjen, kunjungan studi banding ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara rinci tentang bagaimana mengidentifikasi faktor penentu remunerasi, bagaimana proses penyusunan job grade dengan beberapa faktor penimbang, bagaimana mengelompokkan grade termasuk didalamnya scoring dan grade corporate, pengukuran kinerja pegawai, mengukur besaran penerimaan remunerasi pegawai berdasar pada kelompok jabatan serta analisis remunerasi.
Kinerja operasional RSJ Dr.Radjiman Wediodniningrat Lawang didasari oleh PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 73/PMK.05/2007 DAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 625/MENKES/SK/V/2010 dinilai dengan mempertimbangkan indikator keuangan, pelayanan, mutu dan manfaat bagi masyarakat. Sesuai hasil perhitungan terhadap kinerja operasional RSJ Dr.Radjiman Wediodniningrat Lawang kinerja Keuangan dan kinerja Pelayanan menunjukkan skor Penilaian Tingkat Kesehatan 82,25 (posisi “AA” kategori “SEHAT”). Hal ini mendasari RSUD Kanjuruhan untuk melakukan studi banding di RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana Pola Remunerasi di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Direktur Utama RSJRW (dr.Bambang Eko Sunaryanto,SpKJ) menerangkan “bahwa pola remunerasi sudah dicanangkan sejak tahun 2007, namun belum dipakai sebagai penetapan remunerasi secara penuh karena ada beberapa kendala. Diantaranya, usulan remunerasi diusulkan kepada Kemeterian Kesehatan, lalu dari Kementerian Kesehatan akan diusulkan ke Kemeterian Keuangan. Tetapi, Kementerian Keuangan mensyaratkan bahwa belum ada penetapan remunerasi sebelum ada penetapan tarif, penetapan tarif sebenarnya sudah kami usulkan, tetapi variasi tarif terlalu beragam diantara berbagai rumah sakit, sehingga Kementerian Keuangan meminta agar ada penetapan pola tarif yang seragam. Sekarang ini baru akan dirumuskan keseragaman pola pentarifan di seluruh RS di Indonesia” terangnya.
Dalam diskusinya, ketua Tim Remunerasi RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat (dr.Didit Roesono,SpKJ) juga menjelaskan “Di dalam pola remunerasi  tentunya ada penilaian kinerja yang terdapat dalam Indikator Kinerja Individu dan Indikator Kinerja Unit. Dalam pembagian pola remunerasi selalu ada masalah antar individu, karena itu setiap 1 bulan sekali biasanya jatuh setiap tanggal 15 diadakan pertemuan antar tim remunerasi untuk membangun persepsi, dan  setiap 6 bulan selalu ada evaluasi terhadap penetapan pola remunerasi yang telah dilaksanakan" ujarnya.

Milis RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang Tour to Kondang Merak



Dalam rangka penyegaran suasana, menghilangkan kejenuhan saat bekerja serta meningkatkan rasa kebersamaan antar karyawan. Milis Karyawan RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang mengadakan kegiatan rekreasi pada Minggu (23/Sept/2012) ke Pantai Kondang Merak Malang.
Sambutan Direktur Utama
Para peserta diberangkatkan bersama dari halaman RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang pada pukul 07.30 WIB. Diikuti sekitar 80 orang, kegiatan rekreasi ini juga dihadiri oleh Direktur Utama (dr.Bambang Eko Sunaryanto,SpKJ), Direktur Keuangan dan Administrasi Umum (Suripto,SE.MARS) serta beberapa Pejabat Struktural juga tampak hadir dalam kegiatan ini.
Menempuh  kurang lebih dua jam perjalanan, para peserta sampai di lokasi tepat pukul 10.00 WIB. Acara diawali dengan foto bersama dan makan siang. Lalu sambutan oleh Ketua Panitia dan Direktur Utama. Dalam sambutannya, Dr.Bambang Eko Sunaryanto SpKJ menyampaikan bahwa “kami tidak melarang para karyawan untuk aktif dalam milis, tetapi alangkah baiknya bila masalah pribadi jangan pula disampaikan melalui milis, jadikan milis ini sebagai sarana untuk saling berbagi, menyampaikan pendapat dan aspirasinya demi perbaikan dan kemajuan Rumah Sakit kita” ujarnya. Acara selanjutnya adalah pembagian Souvenir oleh Direktur Utama kepada 14 orang milis mania  pengirim SMS terbanyak, dilanjutkan dengan acara bebas.  
Pertanyaan yang lalu muncul adalah kenapa RSJRW mendukung munculnya komunitas ini? Apakah manfaat dari menjamurnya komunitas ini bagi Rumah Sakit? Bukankah dengan kegiatan mengirim dan menerima milis ini kedalam ranah kerja akan membuat karyawannya tidak fokus dalam bekerja dan malah sibuk dalam berinteraksi dengan milis? Ada pula pandangan miring orang lain yang melihat aktivitas ini sebagai hura-hura dan kurang kerjaan.
Milis Karyawan RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) adalah sebuah komunitas yang terdiri dari seluruh karyawan RSJRW, mulai dari Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Dokter, Perawat, sampai staff. Di milis inilah tempat para pejabat dan karyawan saling bertukar informasi mengenai kegiatan dan pelayanan di RSJRW. Tidak sedikit yang merasa terbantu dengan keberadaan milis ini, seperti yang disampaikan oleh Sri Astoeti,S.Psi, salah satu staff Bagian SDM “dengan milis, kita dapat mengetahui kabar terkini seputar RS Jiwa Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang walaupun sedang tidak bertugas, contohnya seperti ada pasien yang tersasar, maka semua pihak akan membantu dan saling memberikan informasi, satu contoh lagi saat koneksi internet di kantor saya terganggu, kebetulan keluhan saya dibaca oleh staff SIRS, yang kemudian segera datang petugas yang memperbaiki koneksi internet di kantor kami ”ujarnya.
Tapi tidak sedikit pula yang menganggap miring tentang aktivitas milis karena dianggap mengganggu kinerja karyawan. Pada dasarnya, Rumah Sakit memberikan fasilitas milis ini dengan tujuan yang baik, yaitu sebagai sarana untuk membentuk komunitas perusahaan yang mampu mendukung fungsi Rumah Sakit, mempererat rasa kekeluargaan antar karyawan,  serta sarana untuk menyuarakan aspirasi yang membangun. Jadi bagaimana masing -masing kita menyikapinya, bukan pekerjaan terganggu dengan milis, tetapi jangan sampai milis mengganggu pekerjaan, bukan begitu?.. 

Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia Tahun 2012



“Ketahanan Mental Untuk Mengurangi Depresi dan Resiko BunuhDiri”

Depresi dan Bunuh diri merupakan bentuk–bentuk masalah psikososial di masyarakat yang perlu penanganan serius dari seluruh pihak termasuk pemerintah, lantaran berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas.
Bunuh Diri dan Self Harm oleh dr.Yulia Fatimah Bessing,SpKJ
Kasus depresi dan bunuh diri di Indonesia belakangan ini dinilai cukup memprihatinkan karena angkanya cenderung meningkat. RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) berperan sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan jiwa mempunyai misi diantaranya menangani masalah psikososial di masyarakat, turut berpartisipasi memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2012 yang jatuh pada tanggal 10 September sekaligus Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2012 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober nanti dengan menggelar serangkaian kegiatan sebagai upaya penanggulangan kejadian depresi dan bunuhdiri. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun  2012 ini mengangkat tema “Depresi : Sebuah Krisis Global”.
Salah satu bentuk kegiatan yang telah digelar kemarin adalah Seminar Sehari, dengan tema “Ketahanan Mental Untuk Mengurangi Depresi dan Resiko Bunuh Diri” pada Selasa (22/09/12).
Diikuti 200 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan Kecamatan Lawang, Kapolsek Lawang, Danramil Lawang, Puskesmas Lawang, RSUD Lawang, Dinas Pendidikan Lawang, Perwakilan Guru SMUN 1 Lawang, serta Mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 WIB ini dibagi menjadi 3 sesi utama. Sesi pertama adalah pembukaan seminar oleh Direktur Utama RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Dr.Bambang Eko Sunaryanto,SpKJ. Dalam sambutannya, beliau menghimbau agar masyarakat dapat bersama-sama mendukung dan peduli akan kesehatan jiwa, “kebanyakan masyarakat kita lebih memilih berobat secara alternatif ke paranormal atau kyai, tetapi alangkah lebih baik jika didukung dengan pengobatan medis, sehingga dapat saling bersinergi. Kalau tidak ada biaya, segeralah mengurus Jamkesmas atau Gakin agar mendapat keringananbiayabahkan gratis. Stres yang berkepanjangan dapat memicu tindakan bunuh diri, Pemberitaan media yang berlebihan juga berperan dalam menyebarkan “tren” bunuh diri atau copycat behavior.Dengan seminar ini diharapkan dapat mensosialisasikan ilmu dan informasi yang didapat selama seminar sehingga dapat membawa manfaat untuk kita semua”,ujarnya.
Sesi kedua adalah sesi materi. Materi yang disampaikan antara lain Faktor, Gejala dan Strategi Terapi Depresi oleh Drs.Gatot Sugiarto,Mpsi (Psikolog RSJRW). Bunuh diri, Apa Mengapa dan Bagaimana oleh Zaenal Mutaqin (Ka.Bid Keperawatan RSJRW), serta Bunuh Diri dan Self Harm oleh dr.Yulia Fatimah Bessing,SpKJ (Psikiater RSJRW), yang kemudian diakhiri dengan sesi diskusi dan tanyajawab,
Depresi merupakan gabungan beberapa faktor yang dapat terjadi pada siapa saja, perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, tidak mempunyai motivasi serta gangguan penyerta seperti gangguan pola tidur, pola makan, konsentrasi menurun dan keluhan lain seperti keluhan sakit perut, keluhan pernafasan, keluhan nyeri/sakit tanpa sebab yang jelas bukan suatu tanda kelemahan. Depresi bukan sesuatu yang dapat diubah dengan cepat dan diabaikan begitu saja. Depresi yang berkepanjangan sangat berisiko memicu tindakan bunuh diri, kondisi dimana orang berisiko untuk melakukan bunuh diri diantaranya skizofrenia, mempunyai penyakit fisik/kronis, gangguan stress pasca trauma, riwayat keluarga bunuh diri, kematian pasangan hidup, problem ekonomi dan lainnya.
Bila menemui tanda bunuh diri, segera mencari bantuan dan bersikap empatik terhadap penderita, minimalkan stigma terhadap penderita dan pengobatannya. Sebuah situs bernama www.janganbunuhdiri.net muncul karena terilhami maraknya aksi bunuh diri. Situs ini berfungsi untuk memberikan konsultasi interaktif bagi mereka yang berfikir untuk melakukan aksi bunuh diri. Hadir pula di facebook : janganbunuhdiri. Kementerian Kesehatan juga melakukan upaya untuk mengurangi angka kematian karena kasus bunuh diri, Dibukanya hotline service 500-454 atau 021-9696 9293 yang beroperasi selama 24 jam untuk menampung keluhan, penelepon dapat leluasa menceritakan dan membagi segala permasalahannya kepada petugas tanpa harus khawatir identitasnya diketahui orang lain. Begitupun di  RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang juga tersedia layanan Helpline Service 0341-424224. Diharapkan, layanan ini dapat mengurangi angka depresi dan bunuh diri di Indonesia.
Kegiatan lainnya yang dikoordinir oleh Instalasi PKMRS yang termasuk dalam rangkaian kegiatan sosialisasi peringatan hari kesehatan jiwa sedunia 2012 dan hari pencegahan bunuh diri sedunia 2012, antara lain :
1.    Siaran Radio, pada Selasa,13 September 2012 dengan tema Pencegahan Bunuh Diri dan Selasa,9 Oktober 2012 dengan tema Depresi : Sebuah Krisis Global di RRI Malang. 
2.       Sosialisasi Peringatan HKJS 2012 dengan tema Depresi : Sebuah Krisis Global bagi pegawai RS Jiwa Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang pada Senin, 8 Oktober 2012 bertempat di Halaman Gedung RS Jiwa Dr.RadjimanWediodiningrat Lawang.
3.        Pemasangan spanduk di halaman RS Jiwa Dr. RadjimanWediodiningrat Lawang