Senin, 24 Juni 2013

Studi Banding RS Duren Sawit Jakarta



Kamis (20 Juni 2013), RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang menerima kedatangan Kunjungan  Studi Banding dari RS Duren Sawit Jakarta. Peserta kunjungan sebanyak 10 (sepuluh) orang tersebut akan melaksanakan studi banding selama 2 (dua) hari sampai dengan Jum’at (21 Juni 2013).

Kunjungan Studi Banding ini akan mempelajari tentang Kediklatan dan Psiko Geriatri di RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang sebagai bahan pembelajaran dan peningkatan mutu.

Sekilas tentang RS Duren Sawit, RS Duren Sawit adalah rumah sakit milik pemerintah daerah DKI Jakarta yang berlokasi di daerah Duren Sawit Baru, Jakarta Timur. Sebagian besar pasien yang dirawat adalah pasien ketergantungan obat atau NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif) dan mempunyai kapasitas tempat tidur mencapai 116 (seratus enam belas) TT.

Peserta Kunjungan disambut oleh Direktur SDM Dan Pendidikan serta Pejabat Struktural RSJRW. Dalam kesempatan yang sama juga dipaparkan pula Profil RSJRW, Materi Manajemen Kediklatan, serta paparan mengenai Psikogeriatri yang menjadi layanan unggulan di RSJRW.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan lapangan terkait dokumen-dokumen serta melihat praktik kediklatan di RSJRW.



Senin, 17 Juni 2013

Hari Lansia Nasional 2013


RSJRW melalui pelayanan unggulan berupa pusat pelayanan kesehatan jiwa usaha lanjut/psikogeriatri turut memperingati Hari Lansia Nasional 2013. Guna memperingati hari lansia dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan usia lanjut, tim Instalasi Psikogeriatri RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) menyelenggarakan serangkaian kegiatan.

Kegiatan yang selenggarakan antara lain ;

Seminar Sehari Lintas Generasi 

Diadakan di Gedung Semeru RSJRW pada 23 Mei 2013 dengan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan Pelajar SD-SMA se-Lawang, Pengajar SD-SMA se-Lawang, Mahasiswa Diploma dan Stikes se-Lawang, Dosen Diploma Stikes se-Lawang, Kelompok Kader Lansia se-Lawang, dan Panti Wreda se-Lawang.



Lomba Pasien


Dengan sasaran rehabilitan usia lanjut yang dirawat di Ruang Betet dan Kenanga RSJRW, lomba Pasien diadakan pada 10-14 Mei 2013 di Ruang Psikogeriatri. Para rehabilitan mengikuti delapan macam perlombaan seperti lomba menendang bola ke gawang, lomba memasukkan bola basket, lomba bowling, lomba makan kerupuk, lomba berhias, lomba mengenali bumbu, lomba makan kerupuk, dan lomba memasukkan bola kekeranjang.





Pelatihan ADL Lansia

Dilaksanakan pada 27 Mei 2013 di Singosari, tim narasumber dari instalasi psikogeriatri RSJRW memberikan pelatihan ADL Lansia kepada Care Giver di wilayah Singosari dengan metode caramah dan praktek.

Senam Lansia


Dilaksanakan pada 29 Mei 2013 bertempat di halaman Ruang Psikogeriatri RSJRW, diikuti oleh kurang lebih  200 orang yang terdiri dari beberapa kelompok lansia yang berasal dari wilayah Malang. Selain senam, juga digelar acara “Lansia Mencari Bakat” yang tak kalah meriah. Para lansia berlomba-lomba unjuk kebolehan, dari menyanyi, membaca puisi, dansa, dan menari. Hadir pula dalam kegiatan hari itu, tim Singapore International Foundation (SIF) yang datang untuk memberikan materi pada Seminar Umum tentang ADL Lansia.



Seminar Umum tentang ADL Lansia 

Dinarasumberi oleh tim Singapore International Foundation (SIF), seminar Activities of Daily Living Lansia dihadiri oleh mahasiswa praktikan di RSJRW, tenaga medis dan tim psikogeriatri RSJRW.




Selasa, 04 Juni 2013

LOWONGAN KERJA RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG 2013 II, BURUAN BERGABUNG......





Setiap saat sebuah instansi membutuhkan peningkatan dalam segi kualitas pelayanan, begitu juga dengan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Oleh karena itu diperlukan inovasi yang beragam guna meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit yang bersangkutan.

Guna meningkatkan mutu sumber daya manusia,  setelah beberapa waktu lalu membuka lowongan kerja. Kali ini RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang membuka kembali kesempatan berupa lowongan kerja bagi saudara/saudari yang berminat untuk bergabung bersama kami keluarga besar RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Adapun syarat dan ketentuan rekruitmen 2013 tahap kedua ini kami lampirkan dan dapat saudara/saudari download melalui link dibawah ini.

Link Download disini

Rabu, 22 Mei 2013

PELATIHAN MANAJEMEN KASUS DALAM PENANGANAN HIV DAN AIDS


RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang bekerja sama dengan United State Agency for International Development (USAID) Indonesia menggelar acara Pelatihan Manajemen Kasus Dalam Penanganan HIV dan AIDS melalui program SUM II.

USAID Indonesia melalui Program SUM II menjalin kerjasama dengan RSJRW Lawang dimana RSJRW Lawang berperan sebagai salah satu institusi pemerintah yang ikut serta dalam penanggulangan ketergantungan NAPZA dan menyediakan Rehabilitasi Penanggulangan Ketergantungan NAPZA.
Bertempat di Guest House RSJRW Lawang, pelatihan yang diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari Konselor yang berasal dari beberapa LSM yang ada di Surabaya, Malang, dan Kediri, dan Penyuluh Kesehatan Napza RSJRW Lawang ini digelar selama lima hari yaitu 20 s/d 24 Mei 2013.
Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulangan HIV dan AIDS 2010–2014 menegaskan bahwa tujuan utama upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia adalah menekan terjadinya penularan baru, meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat.
United State Agency for International Development (USAID) Indonesia mempercayakan pengelolaan dan pelaksanaan program AIDS Project  Management Group (APMG) kepada Program SUM II. Program SUM (Scaling Up the HIV Response among Most-at-risk Populations) II adalah bentuk dukungan dan kerjasama pemerintah Indonesia dan Amerika dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia yang berjalan mulai tahun 2010 sampai 2015. Program ini dirancang untuk meningkatkan cakupan intervensi efektif, komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan dengan menyediakan dukungan kepada instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bekerja dalam program pengendalian HIV/AIDS.
            Ditemui dalam kesempatan yang sama, Meytha Nuraeni, Regional Coordinator, East Java, Scalling Up For Most at Risk Population (SUM) 2 USAID Project yang juga sebagai salah satu narasumber menyatakan “Ada empat kelompok resiko yang didampingi oleh kelompok ini, yakni gay, waria, PSK dan pengguna narkotik terutama pengguna dengan cara penyuntikan, mereka kebanyakan adalah orang-orang marginal yang tidak mudah melakukan komunikasi dengan orang awam. Program SUM I berperan sebagai tenaga penguat layanan program, dari klinis sampai pada perubahan perilaku. Mekanisme grants ke LSM dari small grants sampai ARV ( Antiretroviral) (*obat anti HIV) sampai dengan Home Base Care” ujarnya.
Di Jawa Timur, ada KPA (Komunitas Peduli AIDS) yang bekerjasama dengan Kota Malang, Kediri, Yayasan Orbit, Perwakos, Genta,  Paramitra, Kakawamar, SUAR dan organisasi lainnya. SUM 1 bertugas  memberikan edukasi, tes dini, layanan dukungan, penengah antara penderita dengan keluarga/layanan kesehatan, perawatan sampai dengan after care, mencari menunjukkan dan mengarahkan ke dalam fase terminal (rohani). Dan SUM II berperan untuk memberikan bantuan taget dalam kinerja organisasi requaired untuk meningkatkan efektif, intervensi HIV terpadu yang mengarah ke substansial dan terukur perubahan perilaku di kalangan populasi MARPs, serta menyediakan dan memantau small grants kepada organisasi masyarakat sipil yang berkualitas untuk mendukung scale up intervensi terpadu di "hotspot", di mana ada konsentrasi tinggi pada satu atau lebih paling populasi berisiko dan perilaku berisiko tinggi.
“Korban kebanyakan diisolasi oleh masyarakat dan sebelum ARV diharuskan ada tes kesehatan (check up) keseluruhan yang otomatis membutuhkan biaya lumayan besar. Mudin kebanyakan tidak mau memandikan jenazah, jadi ada anggota yang lalu menjadi relawan. Yang menjadi PR kami, adalah bagaimana organisasi mampu mengelola dana anggaran agar kegiatan atau program dapat terus berjalan”terangnya lagi.
Harapan dari kegiatan pelatihan ini adalah terlaksananya program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia melalui Manajemen Kasus pada penderita Napza, terpenuhinya kebutuhan sumberdaya yang kompeten di Unit NAPZA RSJRW, serta agar peserta lebih mengerti akan Management Kasus, Ada semangat perubahan, meningkatkan ketrampilan, mampu memberikan penanganan pertama, dapat menambah jejaring, dan mampu memfasilitasi teman-teman lain di komunitasnya. (saras)

WORKSHOP IDENTIFIKASI, ANALISIS, DAN PENGENDALIAN RESIKO



Dalam lima unsur yang telah dilakukan pengawasan oleh Tim Itjen Kemenkes RI beberapa waktu lalu, ada klasifikasi penilaian resiko di RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) yang berada dalam zona merah, beberapa lagi ada dalam zona hijau. Hal ini dikarenakan belum ada identifikasi resiko, indikasi, pemetaan dan pemahaman mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Oleh karena itu,dalam rangka peningkatan pelayanan maka pada Rabu s/d Kamis (15-16 Mei 2013) diadakan Workshop Identifikasi, Analisis dan Pengendalian Resiko. Bertempat di Ruang Arjuna RSJRW, workshop yang diikuti oleh 90 orang peserta yang terdiri dari struktural, fungsional, kepala ruang, komite etik dan hukum, dan komite medik ini di narasumberi oleh Tim Itjen Kemenkes yang diketuai oleh Drs.Wiyono Budiharjo,MM, Inspektorat I Irjen Kemenkes RI.
Dalam pengelolaan Rumah Sakit di era modern hal ini penting karena banyak hal dalam pelayanan yang dilakukan bisa menjadi komplain masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi sanksi-sanksi hukum. Di RSJRW, SPIP masih dalam tahap pemetaan, disamping itu pemahaman pegawai akan SPIP masih kurang sehingga lemah dalam penerapan unsur-unsurnya.  Sedangkan harapan dari lahirnya SPIP adalah seluruh satuan kerja mengerti dan memahami serta menerapkannya dalam setiap kegiatan.

Dalam workshop juga dipaparkan sosialisasi PP 60 tahun 2008 mengenai implementasi SPIP pada satker. SPIP bukan hal yang asing dalam satker, pengawasan intern diatur dalam PP Nomor 60 th 2008 pasal 1 ayat 3. SPIP adalah salah satu instrumen untuk ketertiban satuan kerja.
Dengan dilaksanakannya workshop ini diharapkan dapat menghasilkan karya untuk dapat disepakati bersama mengenai dokumen, administrasi dan lainnya yang bermakna bagi RSJRW untuk bisa memecahkan masalah di RS berdasarkan solusi dan rekomendasi yang membangun. Sehingga pihak dari RS juga merasa terbantu untuk dapat mencapai visi dan misi organisasinya, serta menciptakan suasana keterbukaan dan kejujuran.
Hasil pengawasan Irjen selanjutnya dapat menjadi input decision maker bagi manajemen, untuk mendorong terselenggaranya tertib administrasi. SPI yang ada di RS diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan secara konstruktif tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi aparat pengawasan Irjen. Pengawas bukan mencari-cari kesalahan, tetapi menilai,mengevaluasi program kegiatan (keberhasilan dan kegagalan) mengenai program / kegiatan dan keuangan dari perencanaan pelaksanaan dan pelaporan. Hal ini merupakan bagian dari siklus manajemen untuk pimpinan, agar pelaksanaan kebijakan sesuai dengan rencana dan aturan-aturan yang ada. (saras)