Lawang (3/1) Menyambut
tahun baru dengan semangat yang terbarukan, seperti itulah semangat segenap
civitas hospitalia RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) dalam mengisi
momen tahun baru di 2017. Pada hari efektif kerja pertama Selasa 3 Januari 2017
karyawan/karyawati RSJRW mengikuti kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh
Direktur Utama dr. Laurentius Panggabean Sp,KJ, MKK. Pada Sambutannya Dirut
menyampaikan apresiasi kepada segenap civitas hospitalia atas berbagai prestasi
yang berhasil diraih sepanjang tahun 2016. Pada kesempatan yang sama Dirut juga
menyampaikan harapan dan cita-cita pencapaian yang dapat diraih di tahun 2017,
serta senantiasa mengingatkan untuk selalu bekerja sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan untuk menjamin keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Hal
tersebut sekaligus sebagai bentuk upaya RSJRW untuk terusmeningkatan kualitas
pelayanan kepada masyarakat. Apel pagi yang berlangsung
selama 30 menit ini diikuti oleh Jajaran Direksi, Pejabat Struktural dan
Fungsional, Staf, Mahasiswa Praktikan dan Regu Satuan Pengamanan. Apel pertama
di tahun 2017 ini diakhiri dengan sesi foto bersama (hukormas) Kamis, 05 Januari 2017
APEL PAGI PERTAMA TAHUN 2017 DI LINGKUNGAN RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Lawang (3/1) Menyambut
tahun baru dengan semangat yang terbarukan, seperti itulah semangat segenap
civitas hospitalia RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) dalam mengisi
momen tahun baru di 2017. Pada hari efektif kerja pertama Selasa 3 Januari 2017
karyawan/karyawati RSJRW mengikuti kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh
Direktur Utama dr. Laurentius Panggabean Sp,KJ, MKK. Pada Sambutannya Dirut
menyampaikan apresiasi kepada segenap civitas hospitalia atas berbagai prestasi
yang berhasil diraih sepanjang tahun 2016. Pada kesempatan yang sama Dirut juga
menyampaikan harapan dan cita-cita pencapaian yang dapat diraih di tahun 2017,
serta senantiasa mengingatkan untuk selalu bekerja sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan untuk menjamin keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Hal
tersebut sekaligus sebagai bentuk upaya RSJRW untuk terusmeningkatan kualitas
pelayanan kepada masyarakat. Apel pagi yang berlangsung
selama 30 menit ini diikuti oleh Jajaran Direksi, Pejabat Struktural dan
Fungsional, Staf, Mahasiswa Praktikan dan Regu Satuan Pengamanan. Apel pertama
di tahun 2017 ini diakhiri dengan sesi foto bersama (hukormas) Kamis, 22 Desember 2016
PRESTASI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG DALAM JAMBORE KESEHATAN JIWA 2016
Lawang (20/12) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Tahun
2016 dan mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat, Ikatan
Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Kegiatan Jambore Kesehatan
Jiwa Tahun 2016. Jambore Keswa tahun ini dilaksanakan pada 1- 2 Desember 2016 di Bumi Perkemahan Desa Bongkot Kecamatan Peterongan
Jombang.
Kegiatan ini
diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota di Jawa Timur,
Institusi Pendidikan dan Fasilitas Kesehatan yang memiliki layanan kesehatan
jiwa. RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) sebagai fasilitas kesehatan
jiwa terbesar di Jawa Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan Jambore
tersebut dengan mengirimkan tim yang terdiri dari Pskiater, Tenaga Kesehatan
dan Survivor Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Partisipasi RSJRW berbuah manis
dengan berhasil menjadi juara pada beberapa lomba yang diselenggarakan.
- Juara 1 Bumi Perkemahan Tenda Terbaik dan Terbersih
- Juara 2 Lomba Cipta Mars Kesehatan Jiwa Jawa Timur
- Juara 2 Kreativitas Seni Survivor ODGJ
- Juara 3 Lomba Poster Kesehatan Jiwa
- Juara Umum ke 2 Jambore Kesehatan Jiwa 2016.
Segenap
civitas hospitallia RSJRW memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi Tim
Jambore Keswa 2016. Hal tersebut diwujudkan dalam pemberian piagam penghargaan
pada upacara bendera 19 Desember 2016. Pemberian piagam penghargaan diserahkan
langsung oleh Direktur Utama dr. Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK disaksikan
oleh Jajaran Direksi dan peserta upacara. Pada kesempatan yang sama ketua Tim
Jambore Keswa 2016 dr. Ika Nur Farida, M.Sc, Sp.KJ juga menyerahkan piagam
penghargaan Jambore Keswa 2016 kepada pihak RSJRW yang diterima oleh Direktur
Utama (asw).
Kamis, 08 Desember 2016
KUNJUNGAN KOMISI IX DPR RI di RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Lawang (7/12) – Upaya
pembebasan pasung yang selama ini dilakukan oleh RSJ Dr. Radjiman
Wediodiningrat Lawang (RSJRW) nampaknya telah menarik perhatian Komisi IX DPR
RI. Hal tersebut diwujudkan dengan kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX
DPR RI di RSJRW pada Selasa 6 Desember 2016. Kunjungan dengan fokus pembahasan
“Pengawasan Perlakuan Pasung Terhadap Penderita Gangguan Jiwa” ini dihadiri
oleh 12 anggota Komisi IX. Rombongantiba di RSJRW pukul 11.00 dan langsung
meninjau korban pasung yang tengah menjalani perawatan di Ruang Kemuning dan
Ruang Nusa Indah. Didampingi oleh Direksi RSJRW anggota Komisi IX berdialog
dengan rehabilitan korban pasung, pada kesempatan yang sama terkait dengan
identifikasi dan penananganan rehabilitasi psikososial paska pasung, Komisi IX
juga berdialog dengan Ka Dinkes Kab.Malang dan Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial
Dinas Sosial Jatim.
Usai
melakukan kunjungan lapangan, rombongan menuju ke Gedung Daycare Psikogeriatri
untuk melaksanakan rapat kerja dengan agenda penanganan Orang Dengan Gangguan
Jiwa (ODGJ) khususnya di wilayah Jawa Timur. Acara rapat dibuka dengan ucapan
selamat datang dan sambutan Direktur Utama RSJRW dr.
Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK dan dilanjutkan dengan sambutan ketua
rombongan Drs. Ayub Khan yang sekaligus menjadi moderator diskusi. Berbagai
pihak terkait seperti Dewan Pengawas RSJRW, Perwakilan Dinkes Provinsi Jatim
dan Kab. Malang, BPJS Regional Jatim, Dinas Sosial Prov Jatim turut hadir dan
menyampaikan aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan saat menanganai
ODGJ. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam ini berlangsung lancar
dan ditutup dengan serahterima cinderamata dari RSJRW dan Komisi IX DPR RI (asw/nh/aw).
Rabu, 07 Desember 2016
SURVEY VERIFIKASI AKREDITASI RSJ DR.RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
![]() |
Survey verifikasi yang berlangsung selama dua
hari ini disambut antusias oleh seluruh civitas hospitalia RSJRW. Ketua Tim
Surveior dr. Sutirto Basuki Sp.KK, MPH pada exit
conference menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan solidnya
kerjasama di setiap unit kerja dalam mewujudkan pelayanan yang prima. Diharapkan
melalui kegiatan Survey Verifikasi, RSJRW dapat terus meningkatkan mutu
pelayanan dan keselamatan pasien serta RSJRW tetap dapat mempertahankan
predikat PARIPURNA. Salam Akreditasi, TETAP PARIPURNA!! (arum)
PENDAMPINGAN EVAKUASI KORBAN PASUNG DI BOJONEGORO DAN JEMBER JAWA TIMUR.
Lawang (05/12) - RSJ
Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) melaksanakan pendampingan evakuasi
tiga korban pasung di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Evakuasi tersebut merupakan hasil kerjasama RSJRW dengan Dinas Sosial Provinsi
Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kab. Bojonegoro, Dinas Kesehatan Kab. Jember, serta Jajaran Muspika setempat. Evakuasi
pertama dilaksanakan di Desa Sumbang
Timun, Kec. Trucuk, Kab. Bojonegoro pada Jumat 25 November 2016, korban MS (43
th) dan telah terkena gangguan jiwa sejak 20 tahun yang lalu. MS sebelumnya sudah pernah dirawat di RSJRW
dan sempat membaik namun karena tidak berobat secara rutin MS kembali kambuh
mengganggu ketenangan keluarga dan masyarakat sekitar sehingga akhirnya
dipasung.
Evakuasi kedua
dilaksanakan pada Sabtu 03/12/2016 di Desa Andongsari, Kec. Ambulu dan Desa
Jubung Kec. Sukorambi Kabupaten Jember. Di Desa Ambulu, korban pasung kedua an
SG (52 th) selama 12 tahun terakhir menjalani kesehariannya di gubuk belakang
rumah dengan kondisi kaki terpasung balok kayu. Menurut M.Nauval Koordinator Tenaga
Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial Kab. Jember sebelum terkena
gangguan jiwa SG adalah seorang seniman yang bekerja di Bali. Korban pasung ketiga yang berhasil dievakuasi
di Desa Jubung adalah BQ (45 th). BQ
yang mengalami gangguan jiwa sejak 1995 pernah membacok anggota keluarga dan
sering berbuat onar sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat, hal tersebut
yang menjadi latar belakang perangkat desa dan masyarakat memasung BQ sejak
tahun 2004 yang lalu.
Ditemui disela-sela
pembebasan pasung di Desa Ambulu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt, MARS menyatakan untuk lebih
meningkatkan upaya pembebasan pasung di wilayah Jawa Timur, pada 2017 nanti
Dinsos Prov Jatim akan meningkatkan jumlah pendamping pasung dari 110 menjadi
145 personel. Diharapkan dengan penambahan sumber daya tersebut permasalahan
pasung di Indonesia khususnya Jawa Timur dapat tertangani dengan lebih baik
lagi (asw,abf)
Langganan:
Postingan (Atom)



