Kamis, 18 Mei 2017

WORKSHOP PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NAPZA KOMPREHENSIF BERBASIS RUMAH SAKIT






Lawang – Pada tahun 2014 yang lalu presiden RI Ir. Joko Widodo menyatakan negara tengah dalam kondisi  “Darurat Narkoba”, sikap tegas tersebut diikuti dengan diberlakukannya berbagai regulasi pemerintah terkait dengan penanganan penyalahgunaan Narkoba.  Salah satunya adalah UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2014 mengenai Kesehatan Jiwa yang mewajibkan setiap rumah sakit jiwa menyediakan ruang untuk pasien narkotika, psikotropika dan zat adiktif dengan jumlah tempat tidur paling sedikit 10% (sepuluh per seratus) dari jumlah tempat tidur yang ada.  RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) sebagai rumah sakit khusus jiwa milik pemerintah turut andil dalam penanganan Indonesia Darurat Narkoba melalui pembentukan Instalasi Rehabilitasi Ketergantungan Napza.
            Sejak dibentuk pada tahun 2016 yang lalu, Instalasi Rehabilitasi Ketergantungan Napza RSJRW terus berkembang dan senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik bagi rehabilitan. Salah satu upaya peningkatan kualitas dan mutu pelayanan adalah dengan menyelenggarakan Workshop Penyalahgunaan Napza Komperhensif Berbasis Rumah Sakit. Bertempat di Ruang Arjuno, workshop diselenggarakan pada 12-13 Mei 2017 dan diikuti oleh 76 civitas hospitalia yang terdiri atas perawat, psikiater, psikolog dan dokter umum. Selain diikuti oleh civitas hospitalia RSJRW kegiatan tersebut juga diikuti oleh 5 perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RSJRW dr. Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK dan dilanjutkan dengan paparan materi narasumber. Beberapa Narasumber yang hadir dan memberikan materi diantaranya:

  1. dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ., MARS - Deputi Rehabilitasi BNN RI dengan materi Kebijaksanaan Penanggulangan Napza di Indonesia dan Overview Penanganan Residen
  2. dr. Parulian Sandy Noveria , MKK - Kepala Bidang Medik RSKO Jakarta dengan materi Assesment Klien Napza IPWL dan Praktik Assesment Klien Napza IPWL
  3. dr. Carlamia H. Lusikooy, Sp. KJ - RSKO Jakarta dengan materi Rehabilitasi TC Hospital Base dan Praktik Rehabilitasi TC Hospital Base
  4. Ns. Elly Hotnida Gultom, S.Kep - RSKO Jakarta dengan materi Konseling Dasar dan Praktik Konseling Dasar
Diharapkan melalui workshop yang telah diselenggarakan, Instalasi Rehabilitasi Ketergantungan Napza       RSJRW dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat memberikan kontribusi positif dalam mensukseskan program pemerintah menuju Indonesia Bebas Narkoba (asw hukormas rsjrw 0341 426015 est 1154)

Senin, 15 Mei 2017

HIDUP SEHAT DIAWALI DENGAN CUCI TANGAN YANG BENAR


World Hand Hygiene Day

Hingga saat ini kegiatan mencuci tangan belum menjadi budaya di masyarakat Indonesia pada umumnya. Promosi dan edukasi mengenai cara cuci tangan yang benar dan saat yang tepat untuk mencuci tangan masih perlu ditingkatkan. Bertepatan dengan momen World Hand Hygiene Day (WHHD), RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) melalui Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Kebersihan Tangan. Sesuai dengan tema WHHD tahun 2017 Fight Antibiotik Resistance – It’s in your hands PPIRS mensosialisasikan bahwa penggunaan antibiotik yang cermat dan bijak menjadi langkah tepat memerangi kasus resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik dapat diturunkan jika kita rajin mencuci tangan. 

            Pada peringatan tahun ini PPIRS menyelenggarakan sosialisasi kebersihan tangan kepada internal RS dan eksternal RS. Sosialisasi internal telah dilaksanakan pada Jumat 5 Mei 2017 yang diikuti oleh 500 civitas hospitalia RSJRW. Rangkaian kegiatan sosialisasi secara resmi dibuka oleh Direktur SDM dan Pendidikan dr. Didit Roesono Sp.KJ. Pada sosialisasi internal, kegiatan dimulai dengan senam cuci tangan dan dilanjutkan dengan game edukatif yang disambut antusias oleh seluruh partisipan. Kegiatan Sosialiasi Eksternal dilaksanakan pada Selasa 9 Mei 2017 di TK Dharma Wanita Persatuan. Sebanyak 94 siswa dan tenaga pengajar TK turut berpartisipasi dalam sosialisasi. Kegiatan diawali dengan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar dan kapan saat yang tepat mencuci tangan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti senam cuci tangan bersama. Usai melaksanakan senam partisipan melanjutkan kegiatan dengan praktek mencuci tangan dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
            Selain memperingati WHHD 2017 kegiatan sosialisasi ini sekaligus turut mensukseskan program dalam menciptakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mengajak segenap lapisan masyarakat untuk mulai perilaku gaya hidup sehat dimulai dari kebiasaan mencuci tangan(asw hukormas rsjrw 0341 426015 ext 1154). 

Selasa, 09 Mei 2017

MUSEUM KESEHATAN JIWA DESTINASI WISATA MALANG UTARA



Lawang (2/5)- Museum Kesehatan Jiwa (Keswa) RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Malang Utara. Museum yang menampilkan koleksi perkembangan kesehatan jiwa dari masa ke masa ini semakin ramai dikunjungi oleh peminat sejarah baik dari dalam maupun luar Kota Malang. Untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan potensi museum pada 28 - 29 April 2017, Museum Keswa RSJRW mengikuti serangkaian acara promosi pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.
Pada Jumat 28 April 2017  Museum Keswa RSJRW berkesempatan mengikuti Lokakarya Usaha Jasa Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang dilaksanakan di Hotel Solaris. Lokakarya ini dihadiri oleh Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Pelaku dan Peminat Industri Pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.Sabtu 29 April 2017 tim Museum Keswa RSJRW mengikuti Pameran Hotel dan Produk Unggulan Kabupaten di Baiduri Ballroom. Beberapa koleksi terbaik Museum Keswa turut dipamerkan kepada pengunjung diantaranya: ECT Konvensional, Replika Kayu Pasung, Alat Pengiris Otak, Lonceng Kuno dan beberapa Lukisan Karya Rehabilitan. Pameran diikuti lebih dari 30 standari berbagai sektor industri pariwisata di Malang Raya. Diharapkan dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata Museum Keswa dapat semakin diminati oleh masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman perkembangan kesehatan jiwa dari masa ke masa (asw hukormas rsjrw 0341 426015 ext 1154).

BERDAMAI DENGAN EPILEPSI



Epilepsi atau yang lebih dikenal masyarakat dengan penyakit ayan hingga saat ini masih lekat dengan stigma negatif. Meski epilepsi telah dikenal masyarakat sejak lama namun pemahaman mengenai penyakit ini masih rendah. Untuk mengurangi stigma negatif dan mengurangi beban moral penderita dan keluarga maka edukasi promosi mengenai mitos dan fakta seputar Epilepsi harus terus ditingkatkan. Bertepatan dengan momen peringatan Hari Epilepsi Sedunia atau lebih dikenal dengan Purple Day, RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RJRW) menyelenggarakan acara Caregiver Gathering yang mengulas mitos dan fakta seputar pengobatan Epilepsi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin 25 April 2017 dan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri atas penderita dan keluarga (caregiver). Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan keluarga dengan memberikan semangat dan edukasi. Pada kesempatan tersebut peserta mendapatkan dua paparan materi yakni:

  1. Tata Laksana Epilepsi oleh dr. Hari Budi Susetyo Sp.S
  2. Cara Mengenal Delirium (penurunan kesadaran secara mendadak) oleh dr. Nindita Pinastikasari Sp.KJ

Selain paparan materi tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan langsung untuk berdiskusi dan berkonsultasi seputar permasalahan yang mereka alami seperti kepatuhan minum obat, menghindari bangkitan, dan bagaimana tetap aktif berkarya seperti manusia sehat pada umumnya. 

Untuk menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri penderita dan keluarga para pembicara juga menyampaikan bahwa Epilepsi sebenarnya sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang dapat hidup normal bahkan berprestasi. Acara dibuka secara simbolis oleh Direktur Medik dan Keperawatan dr. Yuniar Sp.KJ dan disambut sangat antusias oleh seluruh peserta. Sebagai langkah tindak lanjut, dalam waktu dekat akan dibentuk grup terapi yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat sekaligus mengurangi beban penderita dan keluarga (hukormas pkrs rsjrw 0341 426015 ext 1154).