Lawang
(1/3) - Rabu 21 Februari 2017, telah ditandatangani perjanjian kerjasama
operasional antara RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) dengan Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur tentang peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan jiwa
kepada penerima pembiayaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin di
Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 secara efektif, efisien dan akuntabel. Perjanjian
tersebut ditandatangani di Ruang Pertemuan Satya Husada Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur dan disaksikan oleh seluruh Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Kota di Jawa Timur serta Pimpinan Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta
di Jawa Timur.
Rabu, 01 Maret 2017
Senin, 27 Februari 2017
RAPAT KERJA PENYUSUNAN RENCANA BISNIS ANGGARAN TAHUN 2018 DAN PENGUATAN KOMITMEN MANAJERIAL DI LINGKUNGAN RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Lawang (27/02) – Pada 24-26
Februari 2017 yang lalu telah dilaksanakan Rapat Kerja Penyusunan Rencana
Bisnis Anggaran Tahun 2018 Dan Penguatan Komitmen Manajerial di Lingkungan RSJ
Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW). Rapat Kerja yang berlangsung selama
3 hari ini bertempat di Royal Orchids Garden Hotel Batu dan dihadiri oleh 66
peserta yang terdiri dari Direktur Utama beserta Jajaran Direksi, Pejabat
Struktural, Kepala Instalasi, Ketua Komite, Ketua SPI, Ketua PPK, Sekretaris
Dewan Pengawas dan Panitia. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama dr.
Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK pada Jumat 24 Februari 2017, pada kesempatan
yang sama juga dilaksanakan Penandatanganan Kontrak Kinerja Direktur Utama
beserta Jajaran Direksi, Pejabat Struktural, Kepala Instalasi, Ketua Komite,
Ketua SPI, Ketua PPK, dan Sekretaris Dewan Pengawas.
Rapat Kerja dan Penguatan Komitmen
Manajerial merupakan agenda tahunan RSJRW yang rutin dilakukan. pada acara
tersebut masing-masing Direktorat mempresentasikan program kerja yang berisi
tentang rencana strategis dalam mempercepat tercapainya visi dan misi RS.
Beberapa materi yang disampaikan pada rapat kerja tahun ini diantaranya:
- Kebijakan RSJRW tahun 2018 oleh Direktur Utama
- Rencana Implementasi dan Sinkronisasi target program Direktorat Medik dan Keperawatan oleh Direktur Medik dan Keperawatan
- Rencana Implementasi dan Sinkronisasi target program Direktorat SDM dan Pendidikan oleh Direktur SDM dan Pendidikan
- Rencana Implementasi dan Sinkronisasi target program Direktorat Administrasi Umum dan Keuangan oleh Direktur Administrasi Umum dan Keuangan
- Hasil Kompilasi Penyusunan RBA Direktorat Medik dan Keperawatan oleh Kabid Medik
- Hasil Kompilasi Penyusunan RBA Direktorat SDM dan Pendidikan oleh Kabag Diklit
- Hasil Kompilasi Penyusunan RBA Direktorat Administrasi Umum dan Keuangan oleh Kabag Administrasi Umum
Dalam kegiatan Rapat Kerja dan
Penguatan Komitmen Manajerial peserta tidak hanya mendapatkan paparan materi
terkait program kerja masing-masing direktorat, namun peserta juga
berkesempatan untuk membangun solidaritas dan komitmen kerja yang semakin kuat
dengan berbagai kegiatan tim building. Team Building menjadi salah satu
implementasi Manajemen Strategi, merupakan sebuah proses berkelanjutan untuk
membantu kelompok kerja berkembang menjadi sebuah unit kerja solid dan kuat. Diharapkan
melalui keterampilan membangun tim yang baik, akan menyatukan setiap elemen
rumah sakit pada tujuan bersama dan menghasilkan produktivitas kinerja yang
lebih besar. (aes,asw hukormas rsjrw 0341 426015 ext 1154).
Senin, 13 Februari 2017
PENINGKATAN KOMPETENSI DOKTER DALAM PENATALAKSANAAN NEUROFEEDBACK TRAINING DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Lawang
(7/2) – RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) senantiasa berupaya
meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai pelatihan yang
diselenggarakan. Sabtu 4 Februari 2017 telah dilaksanakan Pelatihan Neurofeedback Training bertempat di
Gedung Daycare Psikogeriatri. Pelatihan diikuti oleh 30 dokter yang terdiri
dari Dokter Spesialis Jiwa, Dokter Spesialis Anestesi, dan Dokter Umum. Materi pelatihan disampaikan oleh praktisi
CLP (Consultation-Liaison Psychiatry) dari Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo
Magelangdr. Santi Yuliani, MSc, Sp.KJ. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, sesi
pertama adalah pemaparan materi dan di sesi kedua peserta dapat langsung
mempraktekan teori yang didapat dengan alat neurofeedback.
Neurofeedback juga dikenal sebagai EEG Biofeedback
atau neurotherapy adalah teknik
mutakhir yang diaplikasikan untuk melatih otak agar dapat berfungsi lebih baik.
Menurut Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Yuniar Sp.KJ
Neurofeedback Trainingdapat melatih otak agar berfungsi dan beroperasi pada
level maksimal sekaligus melatih jalur saraf sehingga membuat berbagai wilayah
otak dapat berfungsi lebih baik.Saat ini Neurofeedback
Training menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan pada penanganan
berbagai kasus gangguan jiwa seperti kecemasan, depresi, ADD, ADHD,
penyimpangan perilaku, insomnia, sakit kepala, migrain, PMS (premenstrual
syndrome) dan gangguan emosi lainnya. Jika selama ini pasien masih sulit
membayangkan mengenai gangguan yang dialami, melalui Neurofeedback Training pasien dapat melihat visualisasi pergerakan
gelombang otak sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Neurofeedback
Training
merupakan jenis pelayanan baru RSJRW yang akan segera beroperasi pada Bulan Maret 2017, dimana tiap paket training dibagi menjadi
6 sesi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Neurofeedback Training anda dapat menghubungi hukormas RSJRW di
(0341) 426015 ext 1154 atau melalui email: hukormas.rsjrw@gmail.com. *asw*.
Jumat, 03 Februari 2017
KOORDINASI LINTAS SEKTORAL PENANGANAN KORBAN PASUNG BERSAMA TVRI JAWA TIMUR
Lawang (31/1) –Menurut Buku Human
Rights Watch 2016 Hidup di Neraka: Kekerasan Terhadap Penyandang Disabilitas
Psikososial di Indonesia, saat ini di Indonesia, lebih dari 57,000 orang dengan
disabilitas psikososial (kondisi kesehatan kejiwaan), setidaknya sekali dalam
hidup mereka pernah dipasung – dibelenggu atau dikurung di ruang tertutup. Hal
tersebut menjadi latar belakang yang kuat bagi RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
(RSJRW) sebagai RS Khusus Jiwa Milik Kementerian Kesehatan untuk terus
meningkatkan upaya mewujudkan program pemerintah menuju Indonesia Bebas Pasung.
RSJRW senantiasa mengupayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan
perawatan yang tepat sebagai manusia yang bermartabat.
Kondisi yang masih
terjadi di masyarakat ODGJ masih mendapatkan perlakuan diskriminatif, mendapatkan
stigma, dan tersingkir dari lingkungannya. Banyaknya penderita gangguan jiwa
berat yang tidak mendapat penanganan secara medis dikarenakan oleh faktor-faktor
seperti kekurangan biaya, rendahnya pengetahuan keluarga dan masyarakat sekitar
terkait dengan gejala gangguan jiwa, dan sebagainya. Sehingga masih banyak
penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh anggota keluarganya, agar tidak
mencederai dirinya dan/atau menyakiti orang lain di sekitarnya. Untuk
mengurangi kondisi tersebut RSJRW bekerjasama dengan TVRI Jawa Timur melalui
program “Indonesia Membangun” membuat tayangan audio visual berdurasi 30 menit
yang akan ditayangkan dan didistribusikan secara nasional. Proses syuting dilakukan di dua tempat berbeda, proses
pengambilan gambar pertama dilakukan pada saat evakuasi tiga korban pasung di
Kabupaten Blitar pada Selasa 24 Januari 2017
dan proses syuting kedua dilaksanakan di area RSJRW pada Senin 30
Januari 2017.
Pada kesempatan
tersebut dr.Yuniar Sp.KJ selaku Direktur Medik dan Keperawatan mewakili
Direktur Utama memberikan sambutan dan penyataan terkait penyebab terjadinya
gangguan jiwa dan bagaimana memberikan penanganan yang tepat terhadap ODGJ, lebih
lanjut juga disampaikan mengenai latar belakang dan dampak pemasungan bagi ODGJ.
Untuk memberikan gambaran bagi masyarakat awam mengenai proses rehabilitasi
korban pasung di RSJRW, proses pengambilan gambar juga dilakukan di Gedung Bina
Jiwa sebagai tempat dilaksanakannya terapi musik, Instalasi Rehabilitasi, Ruang
Perawatan, Instalasi Psikogeritari dan Museum Kesehatan Jiwa. Diharapkan
melalui tayangan ini masyarakat luas dapat lebih memahami fenomena ODGJ di
sekeliling mereka sekaligus dapat mengurangi stigma negatifnya. Dengan
pemahaman yang meningkat ODGJ tidak akan lagi mengalami pemasungan dan dapat
menerima perawatan yang tepat sesuai dengan gangguan kesehatan yang dialaminya (asw hukormas
rsjrw 0341 426015).
Rabu, 25 Januari 2017
VISITASI PENETAPAN RSJ DR. RADJIMAN WEDIODINGRAT LAWANG SEBAGAI RS PENDIDIKAN
Lawang (24/01)
– Salah satu tantangan bidang kesehatan yang sedang dialami negeri ini adalah
kurangnya jumlah tenaga kesehatan yang bermutu. Keberadaan RSJRWsebagai RS Pendidikan,
memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.Upaya peningkatan mutu dan kualitas
terus diupayakan, salah satunya dengan memperbarui sertifikasi RS Pendidikan
melalui Visitasi Penetapan RS Pendidikan
pada Sabtu 21 Januari 2017.
![]() |
Penetapan kembali sebagai RS Pendidikan menjadi poin penting
pada proses pendidikan mahasiswa praktikan di lingkungan RSJRW. Sertifikasi RS
Pendidikan menjadi jaminan bagimutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui
upaya mendorong tersedianya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Bertempat
di Operation Room acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pelayanan Kesehatan
Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH. Direktur
Utama RSJRW dr. Laurentius Panggabean pada sambutannya menyampaikan harapan
agar proses visitasi dapat berjalan lancar dan semoga tim visitasi dapat
memberikan rekomendasi yang baik bagi penetapan RSJRW sebagai RS Pendidikan.
Visitasi RS
Pendidikan dihadiri oleh Direksi, Pejabat Struktural Fungsional, seluruh
anggota Kelompok Kerja (Pokja) dan tamu undangan dari institusi pasangan
diantaranya Dekan FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Direktur RSUD
Sidoarjo, Dekan FK Universitas Muhammadiyah Malang, Dekan FK Universitas Islam
Malang, Ketua Stikes Majapahit Mojokerto dan Direktur Poltekes Kemenkes Malang.
Tim visitasi diketuai langsung olehdr. Tri Hesty
Widyastoeti, Sp.M, MPH dan dibantu oleh anggota yang terdiri dari
- Dr.dr.Ina Rosalina Dadan, Sp.A, M.Kes, M.H.Kes,
- Dr.dr. Sri Hartini, Sp.PK(K), MARS,
- dr. Mohammad Kuntani Syamsul Hidayat Sp.OT, M.Kes, MMR,
- dr.Ardy Iswasi Thomas, MARS
- Basar Febriano, SH
- Nia Ayu Suridaty, M.Kep, Sp.Kep, MB.
Visitasi dilakukan terhadap 5 standar RS Pendidikan sesuai Borang
Penilaian yaitu meliputi:
- Standar 1 (Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan),
- Standar 2 (Standar Manajemen dan Administrasi),
- Standar 3 (Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik),
- Standar 4 (Standar Penunjang Medik),
- Standar 5 (Standar Perancangan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Klinik Yang Berkualitas).
Masing-masing anggota tim melaksanakan telusur
dokumen dan lapangan pada lima Pokja sesuai dengan standar yang telah
ditentukan. Usai melakukan telusur, tim visitasi memberikan beberapa
rekomendasi perbaikan kepada tiap Pokja sesuai dengan standar RS Pendidikan. Diharapkan
melalui visitasi ini RSJRW dapat kembali ditetapkan sebagai RS Pendidikan (asw, hukormas rsjrw 0341 426015).
Langganan:
Postingan (Atom)



