Senin, 13 Februari 2017

PENINGKATAN KOMPETENSI DOKTER DALAM PENATALAKSANAAN NEUROFEEDBACK TRAINING DI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG



          


       Lawang (7/2) – RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan. Sabtu 4 Februari 2017 telah dilaksanakan Pelatihan Neurofeedback Training bertempat di Gedung Daycare Psikogeriatri. Pelatihan diikuti oleh 30 dokter yang terdiri dari Dokter Spesialis Jiwa, Dokter Spesialis Anestesi, dan Dokter Umum.  Materi pelatihan disampaikan oleh praktisi CLP (Consultation-Liaison Psychiatry) dari Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelangdr. Santi Yuliani, MSc, Sp.KJ. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan materi dan di sesi kedua peserta dapat langsung mempraktekan teori yang didapat dengan alat neurofeedback.  
Neurofeedback juga dikenal sebagai EEG Biofeedback atau neurotherapy adalah teknik mutakhir yang diaplikasikan untuk melatih otak agar dapat berfungsi lebih baik. Menurut Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Yuniar Sp.KJ Neurofeedback Trainingdapat melatih otak agar berfungsi dan beroperasi pada level maksimal sekaligus melatih jalur saraf sehingga membuat berbagai wilayah otak dapat berfungsi lebih baik.Saat ini Neurofeedback Training menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan pada penanganan berbagai kasus gangguan jiwa seperti kecemasan, depresi, ADD, ADHD, penyimpangan perilaku, insomnia, sakit kepala, migrain, PMS (premenstrual syndrome) dan gangguan emosi lainnya. Jika selama ini pasien masih sulit membayangkan mengenai gangguan yang dialami, melalui Neurofeedback Training pasien dapat melihat visualisasi pergerakan gelombang otak sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Neurofeedback Training merupakan jenis pelayanan baru RSJRW yang akan segera beroperasi pada Bulan Maret 2017, dimana tiap paket training dibagi menjadi 6 sesi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Neurofeedback Training anda dapat menghubungi hukormas RSJRW di (0341) 426015 ext 1154 atau melalui email: hukormas.rsjrw@gmail.com. *asw*.

Jumat, 03 Februari 2017

KOORDINASI LINTAS SEKTORAL PENANGANAN KORBAN PASUNG BERSAMA TVRI JAWA TIMUR



        Lawang (31/1) –Menurut Buku Human Rights Watch 2016 Hidup di Neraka: Kekerasan Terhadap Penyandang Disabilitas Psikososial di Indonesia, saat ini di Indonesia, lebih dari 57,000 orang dengan disabilitas psikososial (kondisi kesehatan kejiwaan), setidaknya sekali dalam hidup mereka pernah dipasung – dibelenggu atau dikurung di ruang tertutup. Hal tersebut menjadi latar belakang yang kuat bagi RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) sebagai RS Khusus Jiwa Milik Kementerian Kesehatan untuk terus meningkatkan upaya mewujudkan program pemerintah menuju Indonesia Bebas Pasung. RSJRW senantiasa mengupayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan perawatan yang tepat sebagai manusia yang bermartabat.
Kondisi yang masih terjadi di masyarakat ODGJ masih mendapatkan perlakuan diskriminatif, mendapatkan stigma, dan tersingkir dari lingkungannya. Banyaknya penderita gangguan jiwa berat yang tidak mendapat penanganan secara medis dikarenakan oleh faktor-faktor seperti kekurangan biaya, rendahnya pengetahuan keluarga dan masyarakat sekitar terkait dengan gejala gangguan jiwa, dan sebagainya. Sehingga masih banyak penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh anggota keluarganya, agar tidak mencederai dirinya dan/atau menyakiti orang lain di sekitarnya. Untuk mengurangi kondisi tersebut RSJRW bekerjasama dengan TVRI Jawa Timur melalui program “Indonesia Membangun” membuat tayangan audio visual berdurasi 30 menit yang akan ditayangkan dan didistribusikan secara nasional. Proses syuting  dilakukan di dua tempat berbeda, proses pengambilan gambar pertama dilakukan pada saat evakuasi tiga korban pasung di Kabupaten Blitar pada Selasa 24 Januari 2017  dan proses syuting kedua dilaksanakan di area RSJRW pada Senin 30 Januari 2017.
Pada kesempatan tersebut dr.Yuniar Sp.KJ selaku Direktur Medik dan Keperawatan mewakili Direktur Utama memberikan sambutan dan penyataan terkait penyebab terjadinya gangguan jiwa dan bagaimana memberikan penanganan yang tepat terhadap ODGJ, lebih lanjut juga disampaikan mengenai latar belakang dan dampak pemasungan bagi ODGJ. Untuk memberikan gambaran bagi masyarakat awam mengenai proses rehabilitasi korban pasung di RSJRW, proses pengambilan gambar juga dilakukan di Gedung Bina Jiwa sebagai tempat dilaksanakannya terapi musik, Instalasi Rehabilitasi, Ruang Perawatan, Instalasi Psikogeritari dan Museum Kesehatan Jiwa. Diharapkan melalui tayangan ini masyarakat luas dapat lebih memahami fenomena ODGJ di sekeliling mereka sekaligus dapat mengurangi stigma negatifnya. Dengan pemahaman yang meningkat ODGJ tidak akan lagi mengalami pemasungan dan dapat menerima perawatan yang tepat sesuai dengan gangguan kesehatan yang dialaminya (asw hukormas rsjrw 0341 426015).

Rabu, 25 Januari 2017

VISITASI PENETAPAN RSJ DR. RADJIMAN WEDIODINGRAT LAWANG SEBAGAI RS PENDIDIKAN



Lawang (24/01) – Salah satu tantangan bidang kesehatan yang sedang dialami negeri ini adalah kurangnya jumlah tenaga kesehatan yang bermutu. Keberadaan RSJRWsebagai RS Pendidikan, memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.Upaya peningkatan mutu dan kualitas terus diupayakan, salah satunya dengan memperbarui sertifikasi RS Pendidikan melalui  Visitasi Penetapan RS Pendidikan pada Sabtu 21 Januari 2017.

Penetapan kembali sebagai RS Pendidikan menjadi poin penting pada proses pendidikan mahasiswa praktikan di lingkungan RSJRW. Sertifikasi RS Pendidikan menjadi jaminan bagimutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui upaya mendorong tersedianya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Bertempat di Operation Room acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH. Direktur Utama RSJRW dr. Laurentius Panggabean pada sambutannya menyampaikan harapan agar proses visitasi dapat berjalan lancar dan semoga tim visitasi dapat memberikan rekomendasi yang baik bagi penetapan RSJRW sebagai RS Pendidikan.
Visitasi RS Pendidikan dihadiri oleh Direksi, Pejabat Struktural Fungsional, seluruh anggota Kelompok Kerja (Pokja) dan tamu undangan dari institusi pasangan diantaranya Dekan FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Direktur RSUD Sidoarjo, Dekan FK Universitas Muhammadiyah Malang, Dekan FK Universitas Islam Malang, Ketua Stikes Majapahit Mojokerto dan Direktur Poltekes Kemenkes Malang.
Tim visitasi diketuai langsung olehdr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M, MPH dan dibantu oleh anggota yang terdiri dari

  1. Dr.dr.Ina Rosalina Dadan, Sp.A, M.Kes, M.H.Kes,
  2. Dr.dr. Sri Hartini, Sp.PK(K), MARS,
  3. dr. Mohammad Kuntani Syamsul Hidayat Sp.OT, M.Kes, MMR,
  4. dr.Ardy Iswasi Thomas, MARS
  5. Basar Febriano, SH
  6. Nia Ayu Suridaty, M.Kep, Sp.Kep, MB.

Visitasi dilakukan terhadap 5 standar RS Pendidikan sesuai Borang Penilaian yaitu meliputi:

  1. Standar 1 (Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan),
  2. Standar 2 (Standar Manajemen dan Administrasi),
  3. Standar 3 (Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik),
  4. Standar 4 (Standar Penunjang Medik),
  5. Standar 5 (Standar Perancangan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Klinik Yang Berkualitas).

Masing-masing anggota tim melaksanakan telusur dokumen dan lapangan pada lima Pokja sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Usai melakukan telusur, tim visitasi memberikan beberapa rekomendasi perbaikan kepada tiap Pokja sesuai dengan standar RS Pendidikan. Diharapkan melalui visitasi ini RSJRW dapat kembali ditetapkan sebagai RS Pendidikan (asw, hukormas rsjrw 0341 426015).

SOSIALISASI PROGRAM DAN ANGGARAN TAHUN 2017 DI LINGKUNGAN RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG


Lawang (19/01). Sosialisasi Program dan Anggaran menjadi agenda penting RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) di awal tahun 2017 yang dilaksanakan pada Rabu 18 Januari 2017, bertempat di Ruang Arjuno. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama dr. Laurentius Panggabean Sp.KJ dan dihadiri oleh Jajaran Direksi, Pejabat Struktural dan Fungsional. Kegiatan tersebut bertujuanmensosialisasikan pedoman dan pemahaman kepada seluruh unit kerja terkait penggunaan anggaran agar dalam pelaksanaan dapat dilakukan pengendalian, koordinasi, pengawasan dan evaluasi sesuai perencanaan.
Materi pada kegiatan sosialisasi tersebut disampaikan oleh:
  1. Direktur Utama dengan materi Kebijakan Anggaran
  2. Direktur Keuangan dan Administrasi Umum dengan materi Meningkatkan Kualitas Perencanaan Dan Penganggaran DIPA 2017
  3. Kepala Bagian Keuangan dengan materi RKAKL 2017
  4. Kepala Bagian Administrasi Umum dengan materi Tata Naskah Dinas, MoU dan BMN
Selain mendapatkan materi, para undangan yang hadir juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi terbuka yang dipandu oleh moderator Kasubbag Program dan Anggaran. Diharapkan melalui kegiatan Sosialisasi Program dan Anggaran setiap unit kerja dapat mengelola alokasi dana yang ada dengan efektif dan efisien sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada setiap pelanggan (asw, hukormas rsjrw 0341 426015). 

Selasa, 17 Januari 2017

KUNJUNGAN KERJA KOMISI E DPRD PROVINSI JATIM


Lawang (16/01). RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) menerima Kunjungan Kerja dari Komisi E (Kesra) DPRD Provinsi Jawa Timur pada hari Jumat 13 Januari 2017. Kunjungan Kerja yang dihadiri oleh 7 anggota komisi E ini diketuai oleh Suli Da’im MM yang bertujuan untuk meninjau korban pasung serta mengupayakan peningkatan pelayanan pasien yang menggunakan kartu BPJS di Jawa Timur. Kunjungan Kerja kali ini tidak hanya dihadiri oleh anggota dari Komisi E DPRD Provinsi Jatim namun Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Dr. dr.Kohar Hari Santoso Sp.An.,KIC.KAP beserta staf turut hadir dalam kunjugan tersebut. Rombongan tiba di RSJRW pukul 13.00 dan langsung menuju Operation Room untuk melaksanakan opening meeting.
Direktur Utama RSJRW dr. Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK secara langsung menerima kedatangan rombongan dan sekaligus menyampaikan sekilas informasi mengenai kondisi RSJRW sebagai bekal rombongan yang akan melakukan survey lapangan di beberapa ruang perawatan. Pada kesempatan yang sama Suli Da’im MM selaku ketua rombongan kunjungan kerja menyampaikan bahwa angka pasung di Jawa Timur masih tergolong tinggi di Indonesia dan pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Usai melaksanakan opening meeting, rombongan didampingi jajaran direksi dan pejabat struktural melanjutkan kegiatan dengan melakukan visitasi ke beberapa ruang perawatan tempat korban pasung menjalani proses rehabilitasi (asw, hukormas RSJRW 0341 426015 ext 1154).